Kembali ke Berita
07 September 2026Berita

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Menyebar: REL MBG Imbau Warga Gunakan Masker

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga menjadi perhatian karena telah terpantau mencapai sejumlah wilayah di Banten, DKI Jakarta hingga Jawa Barat.

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Menyebar: REL MBG Imbau Warga Gunakan Masker

JAKARTA – Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda kembali menjadi perhatian setelah mengalami erupsi menerus selama sekitar 25 jam sejak Jumat, 4 September 2026. Badan Geologi melaporkan erupsi tersebut berakhir pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB, namun aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau.

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga menjadi perhatian karena telah terpantau mencapai sejumlah wilayah di Banten, DKI Jakarta hingga Jawa Barat. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap dampak abu vulkanik terhadap kesehatan.

Berdasarkan evaluasi Badan Geologi per 7 September 2026, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan dan pendaki juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Abu Vulkanik Bisa Mengganggu Kesehatan

Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikel halus yang terbawa udara dapat masuk ke saluran pernapasan dan berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang terpapar dalam waktu lama.

Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa paparan abu vulkanik dapat meningkatkan risiko ISPA, iritasi mata dan gangguan pada kulit. Anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan dan kardiovaskular juga termasuk kelompok yang lebih rentan.

Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker dan pelindung mata menjadi langkah penting untuk mengurangi paparan abu vulkanik.

REL MBG Ajak Masyarakat Tidak Panik, tetapi Tetap Waspada

Melihat kondisi tersebut, Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong (REL MBG) mengajak masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik.

Dengan menggunakan masker, masyarakat juga dianjurkan menggunakan kacamata pelindung untuk mengurangi risiko iritasi mata, membersihkan wajah dan mata dengan air bersih apabila terkena abu, serta mencuci tangan setelah beraktivitas di luar ruangan.

Langkah Penting Saat Abu Vulkanik Menyebar

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat:

  • Gunakan masker saat berada di luar ruangan untuk mengurangi paparan partikel abu vulkanik.
  • Gunakan kacamata pelindung apabila kondisi udara dipenuhi abu.
  • Kurangi aktivitas di luar rumah ketika sebaran abu cukup pekat.
  • Tutup pintu dan jendela apabila abu vulkanik mulai masuk ke dalam rumah.
  • Bersihkan abu dari atap, halaman dan saluran air secara berkala dengan cara yang aman.
  • Hindari membakar sampah, karena asap tambahan dapat memperburuk kualitas udara.
  • Perbanyak minum air putih untuk membantu menjaga kondisi tubuh.
  • Ikuti informasi dan arahan dari instansi resmi serta pemerintah daerah.

REL MBG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi yang dapat menimbulkan kepanikan.

Tetap Tenang dan Ikuti Informasi Resmi

Badan Geologi menegaskan bahwa masyarakat di wilayah pantai Banten dan Lampung diimbau tetap tenang dan tidak mempercayai isu yang tidak terverifikasi mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang disebut akan menyebabkan tsunami. Masyarakat diminta mengikuti arahan BPBD dan sumber informasi resmi.

Kondisi Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau karena kemungkinan terjadinya aktivitas erupsi berikutnya masih menjadi perhatian. Badan Geologi juga menyebut potensi bahaya dapat berupa lontaran batu pijar dan hujan abu lebat, sementara aliran lava dapat menjadi ancaman apabila terjadi kembali erupsi menerus.

Kewaspadaan bukan berarti panik. Dengan informasi yang benar, perlindungan diri yang tepat, dan kepedulian terhadap sesama, masyarakat dapat menghadapi dampak abu vulkanik dengan lebih aman.

Halo REL MBG